Koreksi Kesalahan Jurnal dan Buku Besar

- Posted in Akuntansi by

Pada waktu menjurnal dan pada waktu melakukan posting ke buku besar kadang-kadang bisa saja terjadi kesalahan.

Kesalahan-kesalahan semacam itu tidak boleh dikoreksi dengan cara menghapus, sebab bekas-bekas menghapus akan menimbulkan kecurigaan seakan-akan telah terjadi kecurangan atau ketidak-beresan.

Prosedur untuk melakukan koreksi kesalahan bisa bermacam-macam tergantung pada jenis kesalahan dan saat ditemukannya kesalahan.

Apabila kesalahan berupa salah menulis nama rekening atau salah menulis jumlah dalam jurnal yang ditemukan sebelum dilakukan posting ke buku besar, maka koreksinya dapat dilakukan dengan menarik garis lurus di atas jurnal yang salah tersebut.

Hal seperti itu bisa juga dilakukan dengan tinta merah.

Jadi agar pembukuan tetap kelihatan rapi maka pencoretan supaya dibuat dengan garis lurus.

Setelah itu di atas jurnal yang salah segera ditulis ayat jurnal yang benar.

Apabila kesalahan menjurnal sudah terlanjur dibukukan (diposting) ke buku besar maka cara koreksinya harus dilakukan dengan membuat jurnal koreksi.

Sebagai contoh, apabila pengeluaran kas Rp 1.000.000,00 untuk membeli Perlengkapan Kantor telah dijurnal dan dibukukan dengan mendebet Peralatan Kantor, maka kesalahan ini harus dikoreksi melalui jurnal koreksi.

Untuk membuat jurnal koreksi, terlebih dahulu harus diketahui dua hal sebagai berikut:

  1. Jurnal yang telah dilakukan (jurnal yang salah).
  2. Jurnal yang seharusnya dilakukan (jurnal yang benar).

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat dalam kutipan rekening buku besar berikut:

Atas dasar jurnal yang salah
Atas dasar jurnal yang benar

Dengan membandingkan rekening-rekening di atas jelaslah bahwa karena kesalahan terjadi dalam debet rekening Peralatan Kantor maka rekening tersebut harus dikredit sebesar Rp 1.000.000,00 dan rekening yang seharusnya yaitu Perlengkapan Kantor harus didebet sebesar Rp 1.000.000,00.

Jurnal koreksinya adalah sebagai berikut:

Apabila jurnal koreksi di atas dibukukan ke buku besar maka akibat kesalahan pendebetan rekening Peralatan Kantor Rp 1.000.000,00 akan hapus (atau menjadi bersaldo nol) karena sudah dikredit kembali sebesar Rp 1.000.000,00 dan sebaliknya rekening Perlengkapan Kantor pada buku besar akan menunjukkan jumlah yang seharusnya yaitu sebesar Rp 1.000.000,00 karena sudah didebet dengan adanya jurnal koreksi, demikian semoga bisa dipahami.

Kesalahan Pembukuan

- Posted in Akuntansi by

Kesalahan pembukuan bisa terjadi pada setiap tahapan dalam proses akuntansi.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pencatatan di buku besar dapat ditemukan melalui beberapa cara, antara lain melalui prosedur pemeriksaan pembukuan, ditemukan secara kebetulan, atau dapat juga diketahui melalui neraca saldo.

Kesalahan pembukuan dapat dilihat dari ditemukannya ketidakseimbangan antara jumlah saldo debet dan jumlah saldo kredit pada neraca saldo.

Cara yang terbaik untuk dapat menemukan kesalahan dengan segera adalah dengan cara selalu meneliti kembali setiap kali melakukan pencatatan baik di dalam jurnal maupun di buku besar.

Akan tetapi bila hal ini tidak mungkin dilakukan, misalnya karena bagian pembukuan sangat sibuk maka cara yang tepat adalah menelusur kembali proses akuntansi, yaitu dengan meneliti kembali mulai dari neraca saldo sampai pada jurnal.

Langkah-langkah untuk menelusur adalah sebagai berikut:

  1. Periksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debet dan kredit neraca saldo dengan cara mengadakan penjumlahan ulang.
  2. Bandingkan nama-nama rekening yang tertulis pada kolom nama rekening di neraca saldo dengan rekening-rekening yang ada di buku besar untuk memeriksa apakah tidak ada rekening yang terlewat dicantumkan di neraca saldo.
  3. Periksalah kebenaran penjumlahan sisi debet dan sisi kredit rekening-rekening di buku besar dan periksa pula perhitungan saldonya.
  4. Bandingkan semua angka yang ada di buku besar dengan angka-angka yang tercantum dalam jurnal. Setiap kali melakukan pencocokkan supaya diberi tanda, baik dalam buku besar maupun dalam jurnalnya. Bila kesalahan belum juga ditemukan, perhatikan apakah ada angka-angka di dalam buku besar atau jurnal yang belum diberi tanda.
  5. Periksalah kesamaan jumlah debet dan kredit di dalam jurnal.

Apabila neraca saldo sudah seimbang maka kegiatan akuntansi selanjutnya dapat dilakukan.

Akan tetapi apabila neraca saldo tidak seimbang, maka kegiatan pembuatan laporan keuangan tidak dapat dilakukan sampai penyebab kesalahan ditemukan dan koreksi kesalahan dilakukan sebagaimana mestinya.

Saldo Rekening Dalam Akuntansi

- Posted in Akuntansi by

Selisih antara jumlah sisi debet dengan jumlah sisi kredit dinamakan saldo.

Suatu rekening dikatakan bersaldo debet apabila jumlah sisi debet lebih besar daripada jumlah sisi kreditnya.

Sebaliknya suatu rekening dikatakan mempunyai saldo kredit apabila jumlah saldo kredit lebih besar daripada jumlah sisi debetnya.

Saldo menggambarkan jumlah yang tersisa pada suatu saat tertentu.

Setiap akhir bulan atau masa tertentu perusahaan biasanya menyusun suatu daftar saldo rekening yang terdapat di buku besar yang disebut neraca saldo.

Dalam perusahaan yang menggunakan rekening saldo berjalan, saldo rekening dapat diketahui kapan saja sehingga neraca saldo dapat disusun dengan mudah, dengan cara memindahkan saldo setiap rekening yang tercantum dalam buku besar.

Akan tetapi untuk perusahaan yang menggunakan rekening bentuk T, maka saldo rekening harus dihitung terlebih dahulu baru kemudian disusun neraca saldo.

Untuk memperjelas pemahaman tentang penyusunan neraca saldo, insyaalloh pada artikel yang selanjutnya saya akan menampilkan contoh dari transaksi, menjurnal, posting, hingga pembuatan neraca saldo.

Rekening Saldo Berjalan

- Posted in Akuntansi by

Rekening-rekening yang digunakan dalam buku besar dapat dibuat dalam beberapa bentuk yang berbeda yaitu bentuk T atau bentuk bersaldo.

Rekening T merupakan bentuk rekening yang menyerupai huruf T, sebelah kiri untuk mencatat pendebetan dan sebelah kanan untuk mencatat pengkreditan.

Rekening T sangat baik dipakai untuk keperluan menerangkan mekanisme pendebetan dan pengkreditan.

Namun dalam praktek rekening T jarang sekali dipakai.

Perusahaan pada umumnya menghendaki rekening yang sedemikian rupa sehingga efisien pemakaian ruangnya dan lebih informatif.

Salah satu bentuk rekening yang banyak digunakan dalam praktek perusahaan adalah rekening bentuk saldo berjalan.

Perbedaan bentuk rekening ini dengan rekening T adalah:

  1. letak kolom debet dan kolom kredit tidak berlawanan melainkan berdampingan, dan
  2. kolom jumlah rupiah ditambah satu buah, yaitu kolom untuk mencatat saldo rekening.

Berikut ini adalah contoh rekening saldo berjalan:

Dengan adanya kolom tambahan ini maka saldo rekening ditentukan setiap kali terjadi transaksi.

Hal ini sangat bermanfaat karena rekening selalu menunjukkan informasi jumlah saldo yang ada pada setiap saat kapanpun dibutuhkan.

Posting

- Posted in Akuntansi by

Posting adalah proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom sisi debet dan jumlah kolom sisi kredit yang ada dalam jurnal ke dalam kolom sisi debit dan kolom sisi kredit masing-masing rekening di dalam buku besar.

Saya ingin mengingatkan kembali pada teman-teman, perlu diingat bahwa nama rekening yang digunakan dalam jurnal harus sama dengan nama rekening yang digunakan di dalam buku besar.

Urut-urutan kegiatan memindahkan ke rekening buku besar ini harus sejalan dengan urut-urutan mendebit dan mengkredit dari jurnal.

Perusahaan-perusahaan besar biasanya posting ke buku besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembukuan atau secara otomatis dilakukan dengan komputer.

Apabila posting dilakukan dengan (dengan cara manual), maka cara yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  • 1) Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal dicatat kembali dalam rekening yang bersangkutan di buku besar. Apabila suatu jumlah sisi debet pada jurnal harus dipindahkan ke jumlah sisi debet di rekening bersangkutan di buku besar, begitu pula jumlah sisi kredit dalam buku jurnal harus dipindahkan ke jumlah sisi kredit pada rekening bersangkutan di buku besar. Aturan untuk mencatat tahun, bulan dan tanggal, dilakukan sama dengan yang dilakukan di buku jurnal.
  • 2) Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan dalam kolom F (folio) di rekening.
  • 3) Langkah berikutnya adalah menuliskan nomor rekening yang telah diposting pada kolom Nomor Rekening yang ada dalam jurnal. Prosedur ini mempunyai dua tujuan, yaitu:
  1. a) Untuk menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah diposting.
  2. b) Untuk menunjukkan hubungan antara jurnal dan rekening di buku besar.

Nama Rekening dalam Jurnal

- Posted in Akuntansi by

Transaksi-transaksi akuntansi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dalam jurnal dengan menuliskan nama rekening yang didebet dan nama rekening yang dikredit sesuai dengan peraturan pendebetan dan pengkreditan yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya.

Penggunaan nama rekening yang dipakai pada saat transaksi dicatat dalam jurnal harus sama dengan nama rekening yang digunakan ketika mencatat di buku besar.

Sebagai contoh misalnya perusahaan menerima uang, maka nama rekening yang harus digunakan adalah rekening Kas dan bukannya rekening Terima uang, perusahaan membeli peralatan kantor, maka nama rekening yang harus digunakan adalah Peralatan kantor dan bukannya Beli peralatan kantor.

Jurnal yang dibuat untuk suatu transaksi disebut ayat jurnal.

Antara ayat jurnal yang satu dengan ayat jurnal yang lainnya hendaknya diberi jarak satu baris sehingga jelas terlihat batas antara jurnal satu dengan yang lainnya.

Kolom nomor rekening tidak diisi pada saat menjurnal tetapi kolom ini diisi dengan nomor rekening setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekening-rekening yang bersangkutan di buku besar.

Dengan cara demikian maka akan dapat diketahui mana jurnal-jurnal yang telah dibukukan ke buku besar dan mana jurnal-jurnal yang belum dibukukan ke dalam buku besar.

Bentuk Jurnal

- Posted in Akuntansi by

Dalam praktek akuntansi dikenal berbagai bentuk jurnal, dari bentuk yang sederhana sampai pada bentuk yang rumit.

Sedangkan dalam artikel ini saya akan membahas tentang bentuk jurnal yang sederhana terlebih dahulu atau biasa disebut dengan jurnal dua kolom.

Sebenarnya kolom yang terdapat dalam jurnal ini lebih dari dua buah, disebut jurnal dua kolom karena kolom yang tersedia untuk mencatat jumlah rupiahnya hanya dua, yaitu satu kolom untuk mencatat jumlah rupiah yang didebet, dan satu kolom lagi untuk mencatat jumlah rupiah yang dikredit.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah contoh jurnal dua kolom:

Keterangan:

  • Kolom (1) : untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi atas dua bagian. Bagian kiri digunakan untuk mencatat tahun dan bulan, sedangkan bagian kanan untuk mencatat tanggal.
  • Kolom (2) : untuk mencatat nama rekening yang didebet dan nama rekening yang dikredit. Dalam kolom ini dicatat juga keterangan atau uraian singkat tentang transaksi yang dicatat.
  • Kolom (3) : untuk mencatat nomor rekening yang didebet maupun rekening yang dikredit.
  • Kolom (4) : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus didebetkan ke dalam rekening yang namanya telah tertulis pada kolom (2).
  • Kolom (5) : untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikreditkan ke dalam rekening yang namanya telah tertulis di kolom (2).

Proses mencatat transaksi ke dalam jurnal disebut menjurnal.

Prosedur yang harus diikuti dalam menjurnal adalah sebagai berikut :

  1. Tahun ditulis pada baris pertama. Tahun biasanya tidak ditulis satu kali pada suatu halaman apabila tahun tidak berganti.
  2. Nama bulan ditulis untuk transaksi yang pertama terjadi dalam bulan yang bersangkutan pada bagian atas halaman yang baru atau pada awal bulan yang baru. Jadi nama bulan hanya ditulis satu kali pada halaman yang sama, kecuali kalau bulan berganti.
  3. Tanggal pada setiap transaksi dicatat pada kolom pertama, pada bagian kolom yang kecil. Untuk setiap transaksi perlu ditulis tanggalnya meskipun dalam tanggal yang sama terjadi beberapa transaksi.
  4. Nama rekening yang didebet ditulis merapat ke pinggir sebelah kiri dalam kolom (2) dan jumlah pendebetan dimasukkan ke dalam sisi kiri (kolom 4) dalam kolom jumlah.
  5. Nama rekening yang dikredit ditulis dalam baris berikutnya pada kolom (2) dan ditulis sedikit menjorok ke sebelah kanan bila dibandingkan dengan nama rekening yang didebet. Jumlah pengkreditan dicatat pada sisi kanan (kolom 5) dalam kolom jumlah.
  6. Keterangan atau uraian dari transaksi ditulis dalam kolom (2) di bawah nama rekening yang dikredit. Sebaiknya keterangan atau uraian ditulis secara singkat tanpa mengabaikan informasi yang penting, sehingga dapat dipahami dengan jelas.

Jurnal

- Posted in Akuntansi by

Dalam buku besar pengaruh transaksi-transaksi perusahaan diklasifikasikan dan diringkas.

Di dalam praktek akuntansi yang sesungguhnya, pencatatan atas suatu transaksi atau sekelompok transaksi yang sama harus didasari oleh tanda bukti transaksi yang bisa berupa kwitansi, faktur pembelian, faktur penjualan, dan lain sebagainya.

Transaksi-transaksi tersebut kemudian dianalisis dahulu pengaruhnya terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi (aktiva, utang, modal, pendapatan atau biaya).

Hasil analisis tersebut kemudian dicatat dalam suatu alat pencatatan yang disebut dengan jurnal, setelah itu baru dipindahkan ke rekening masing-masing di buku besar.

Dengan demikian jurnal merupakan penghubung antara transaksi dengan buku besar. Hubungan tersebut dapat dilukiskan dengan diagram sebagai berikut:

Pengertian Jurnal:

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu tertentu) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.

Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke dalam buku besar, harus dicatat dahulu dalam jurnal.

Oleh karena itu buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

Beberapa Manfaat Pemakaian Jurnal adalah sebagai berikut:

  1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi. Manfaat pemakaian jurnal akan sangat terasa, terutama apabila suatu transaksi mengakibatkan adanya beberapa pendebetan dan pengkreditan. Pengaruh transaksi semacam itu sukar diketahui melalui buku besar, tetapi terlihat jelas dalam buku jurnal.
  2. Jurnal juga merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga dapat memberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan-urutan terjadinya.
  3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan. Buku besar tidak mungkin dikerjakan oleh beberapa orang pada saat yang sama. Transaksi-transaksi dalam perusahaan besar biasanya cukup banyak jumlahnya sehingga diperlukan beberapa orang untuk menanganinya. Cara pencatatan transaksi secara langsung ke buku besar akan sulit dilakukan dalam perusahaan-perusahaan besar, karena dengan cara ini hanya satu orang saja yang dapat mengerjakan seluruh transaksi di buku besar.
  4. Jurnal menyediakan ruang lingkup yang cukup untuk keterangan transaksi. Sebaliknya ruang yang tersedia dalam kolom keterangan di rekening-rekening buku besar sangat terbatas, sehingga tidak dapat memuat keterangan yang cukup.
  5. Apabila transaksi dicatat secara langsung ke buku besar dan terjadi kesalahan dalam mencatatnya, maka letak kesalahan tersebut di buku besar akan sulit ditemukan, misalnya lupa mendebet atau mengkredit suatu rekening, dan melakukan pendebetan atau pengkreditan pada sisi rekening yang salah.

Jurnal dan rekening-rekening buku besar mempunyai peranan yang tidak dapat dipisahkan di dalam mencatat transaksi-transaksi perusahaan.

Jurnal mencatat pengaruh dari tiap-tiap transaksi perusahaan terhadap persamaan akuntansi secara kronologis, sedangkan rekening-rekening buku besar mengelompokkan dan meringkas pengaruh transaksi-transaksi terhadap aktiva, utang, modal, pendapatan, atau biaya.

Dengan demikian jurnal tidaklah menggantikan kedudukan buku besar.

Jurnal adalah buku pertama yang digunakan untuk mencatat transaksi pada saat transaksi terjadi, sedangkan buku besar merupakan buku terakhir di mana pendebetan dan pengkreditan dari jurnal dipindahkan, sehingg dapat dikumpulkan dalam rekening-rekening yang tepat.

Penyebab Ketidakseimbangan Neraca Saldo

- Posted in Akuntansi by

Apabila ditemukan ketidakseimbangan antara jumlah sisi debit dan jumlah sisi kredit pada neraca saldo yang dibuat oleh perusahaan, maka hal ini memberi petunjuk adanya kesalahan.

Berikut ini beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya ketidakseimbangan tersebut adalah:

Kesalahan di dalam menyusun neraca saldo:

  • Salah menjumlahkan kolom saldo (rupiah).
  • Satu buah rekening atau lebih belum dicantumkan dalam neraca saldo, atau salah menuliskan jumlah saldonya.

Kesalahan di dalam menentukan saldo rekening:

  • Salah menghitung jumlah saldo.
  • Saldo debet suatu rekening ditulis sebagai saldo kredit, atau sebaliknya.
  • Salah menghitung jumlah pada salah satu sisi rekening.

Kesalahan mencatat transaksi di dalam buku besar:

  • Transaksi telah dicatat dengan jumlah pendebetan yang tidak sama besar dengan jumlah pengkreditan.
  • Pendebetan telah dicatat sebagai pengkreditan atau sebaliknya.
  • Lupa mencatat suatu pendebetan atau pengkreditan.

Dari uraian di atas tentang Penyebab Ketidakseimbangan Neraca Saldo dijelaskan bahwa catatan dalam buku besar harus dilakukan secara teliti dan hati-hati dengan menggunakan rekening yang tepat dan jumlah yang benar.

Jelaslah pula bahwa kesalahan dalam pencatatan di buku besar akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam penyusunan neraca saldo, dan selanjutnya laporan-laporan keuangan juga tidak akan memberikan gambaran yang benar.

Contoh-contoh Analisa Transaksi

- Posted in Akuntansi by

Pada postingan sebelumnya saya pernah menulis tentang Analisa Transaksi, dan kali ini saya akan memberikan sedikit Contoh-contoh Analisa Transaksi yang mungkin dapat membantu belajar anda khususnya dalam bidang Seputar Akuntansi.

TRANSAKSI 1

Pada awal bulan mei 2025. Andi mendirikan perusahaan angkutan yang diberi nama Perusahaan Angkutan Andi dan menanamkan modalnya dalam perusahaan tersebut, berupa uang tunai sebanyak Rp 800.000.000,00 dan peralatan kantor senilai Rp 50.000.000,00.

Analisis Transaksi:

  1. Rekening aktiva dan rekening modal bertambah.
  2. Nama rekening-rekening aktiva yang dipakai adalah Kas dan Peralatan Kantor, dan rekening modal adalah Modal-Andi.
  3. Debet: Kas sebesar Rp 800.000.000,00 karena aktiva bertambah, Debet: Peralatan Kantor Rp 50.000.000,00 karena aktiva bertambah, Kredit: Modal-Budi Rp 850.000.000,00 karena modal bertambah

TRANSAKSI 2

Perusahaan membeli 2 buah truk harganya masing-masing Rp 100.000.000,00 dan Rp 150.000.000,00 secara tunai.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini merupakan suatu perubahan dari aktiva yang satu ke aktiva yang lainnya.
  2. Nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi adalah Kendaraan Bermotor dan Kas.
  3. Debit: Kendaraan Bermotor Rp 250.000.000,00 karena aktiva bertambah, Kredit: Kas Rp 250.000.000,00 karena aktiva berkurang.

TRANSAKSI 3

Perusahaan membayar sewa gedung bulan Oktober sebesar Rp 5.000.000,00

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini menyebabkan biaya bertambah dan aktiva berkurang.
  2. Nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah Sewa Gedung dan Kas.
  3. Debit: Sewa Gedung Rp 5.000.000,00 karena biaya bertambah, Kredit: Kas Rp 5.000.000,00 karena aktiva berkurang.

TRANSAKSI 4

Dibeli barang-barang perlengkapan kantor seharga Rp 2.000.000,00 secara tunai.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini merupakan perubahan suatu aktiva menjadi aktiva yang lain.
  2. Nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah Perlengkapan Kantor dan Kas.
  3. Debit: Perlengkapan Kantor Rp 2.000.000,00 karena aktiva bertambah, Kredit: Kas Rp 2.000.000,00 karena aktiva berkurang.

TRANSAKSI 5

Dibeli sebidang tanah dari bapak Sungkono untuk tempat reparasi kendaraan seharga Rp 150.000.000,00. Dari harga tanah tersebut Rp 100.000.000,00 dibayar tunai dan sisanya akan dibayar secara bertahap dalam waktu 2 bulan.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini di satu pihak menyebabkan bertambahnya aktiva dan di lain pihak menimbulkan berkurangnya aktiva, serta timbulnya kewajiban.
  2. Nama-nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah aktiva Tanah, aktiva Kas, dan kewajiban yang disebut Utang Dagang.
  3. Debit: Tanah Rp 150.000.000,00 karena aktiva bertambah, Kredit: Kas Rp 100.000.000,00 karena aktiva berkurang, Kredit: Utang Dagang Rp 50.000.000,00 karena utang bertambah.

TRANSAKSI 6

Diterima pembayaran dari tuan Rudi sebesar Rp 10.000.000,00 untuk pengangkutan barang ke Jakarta.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini menyebabkan bertambahnya aktiva dan pendapatan bertambah.
  2. Nama-nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah aktiva Kas dan pendapatan yang disebut Pendapatan Angkutan.
  3. Debit: Kas Rp 10.000.000,00 karena aktiva bertambah, Kredit: Pendapatan Angkutan Rp 10.000.000,00 karena pendapatan bertambah.

TRANSAKSI 7

Dibeli secara tunai bensin dan oli seharga Rp 2.500.000,00.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini menyebabkan biaya bertambah dan aktiva berkurang.
  2. Nama-nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi oleh transaksi ini adalah Biaya Bensin dan Oli dan rekening Kas.
  3. Debit: Biaya Bensin dan Oli Rp 2.500.000,00 karena aktiva bertambah, Kredit: Kas Rp 2.500.000,00 karena aktiva berkurang.

TRANSAKSI 8

Dibayar utang kepada bapak Sungkono sebesar Rp 25.000.000,00.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini menyebabkan aktiva berkurang dan kewajiban berkurang.
  2. Nama-nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah aktiva Kas dan kewajiban Utang Dagang.
  3. Debit: Utang Dagang Rp 25.000.000,00 karena kewajiban berkurang, Kredit: Kas Rp 25.000.000,00 karena aktiva berkurang.

TRANSAKSI 9

Dibayar gaji pegawai untuk periode dua minggu pertama bulan Mei sebesar Rp 7.500.000,00.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini menyebabkan biaya bertambah dan di lain pihak aktiva berkurang.
  2. Nama-nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah biaya Gaji Pegawai dan aktiva Kas.
  3. Debit: Gaji Pegawai Rp 7.500.000,00 karena biaya bertambah, Kredit: Kas Rp 7.500.000,00 karena aktiva berkurang.
Transaksi No.10 sampai dengan No.15 sama dengan transaksi-transaksi yang telah dianalisis dan dicatat di atas. Meskipun tidak dibahas satu persatu, tetapi pengaruhnya dapat dilihat pada rekening-rekening buku besar pada artikel berikutnya.

TRANSAKSI 10

Diterima Pendapatan Angkutan Rp 12.000.000,00 (lihat transaksi No.6)

  1. Debit: Kas Rp 12.000.000,00
  2. Kredit: Pendapatan Angkutan Rp 12.000.000,00

TRANSAKSI 11

Dibayar biaya telepon dan macam-macam biaya lainnya sebesar Rp 500.000,00. (lihat transaksi No.3, 7 dan 9).

  1. Debit: Macam-macam Biaya Rp 500.000,00
  2. Kredit: Kas Rp 500.000,00

TRANSAKSI 12

Diterima hasil angkutan Rp 10.000.000,00 (lihat transaksi No.6).

  1. Debit: Kas Rp 10.000.000,00
  2. Kredit: Pendapatan Angkutan Rp 10.000.000,00

TRANSAKSI 13

Dibayar gaji pegawai untuk periode dua minggu kedua bulan Mei sebesar Rp 7.500.000,00 (lihat transaksi No.9).

  1. Debit: Gaji Pegawai Rp 7.500.000,00
  2. Kredit: Kas Rp 7.500.000,00

TRANSAKSI 14

Diterima hasil angkutan Rp 12.000.000,00 (lihat transaksi No.6).

  1. Debit: Kas Rp 12.000.000,00
  2. Kredit: Pendapatan Angkutan Rp 12.000.000,00

TRANSAKSI 15

Dibeli bensin dan oli seharga Rp 3.000.000,00 (lihat transaksi No.7).

  1. Debit: Biaya Bensin dan Oli Rp 3.000.000,00
  2. Kredit: Kas Rp 3.000.000,00

TRANSAKSI 16

Andi (pemilik perusahaan) mengambil uang dari perusahaan sebanyak Rp 2.000.000,00 untuk keperluan pribadi.

Analisis Transaksi:

  1. Transaksi ini menyebabkan modal berkurang dan aktiva berkurang.
  2. Nama-nama rekening yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah aktiva Kas dan rekening modal yang disebut rekening Prive.
  3. Debit: Prive Budi Rp 2.000.000,00 karena modal berkurang, Kredit: Kas Rp 2.000.000,00 karena aktiva berkurang.

Demikian sedikit Contoh-contoh Analisa Transaksi yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi anda khususnya yang sedang membuat Analisa Transaksi.

Page 1 of 3