Rabu, 01 April 2015

Pendapatan Diterima di Muka

Yang dilaporkan dalam pendapatan diterima dimuka adalah penerimaan-penerimaan yang tidak merupakan pendapatan untuk periode yang bersangkutan.

Pendapatan Diterima di Muka Penerimaan-penerimaan semacam ini akan tetap dilaporkan sebagai pendapatan yang diterima di muka sampai saat di mana penerimaan tadi diakui sebagai pendapatan.

Selasa, 31 Maret 2015

Utang-utang dan Modal sendiri

Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomis yang akan timbul di masa yang akan datang yang disebabkan oleh kewajiban-kewajiban di saat sekarang dari suatu badan usaha yang akan dipenuhi dengan mentransfer aktiva atau memberikan jasa kepada badan usaha lain di masa datang sebagai akibat dari transaksi-transaksi yang sudah lalu.

Utang-utang dan Modal sendiri Modal sendiri adalah hak milik sisa (residual interest) dalam aktiva suatu badan usaha yang tersisa sesudah dikurangi utang. Dalam suatu badan usaha, modal sendiri adalah hak dari pemilik.

Utang Lancar : Utang lancar atau utang jangka pendek adalah utang-utang yang pelunasannya akan memerlukan penggunaan sumber-sumber yang digolongkan dalam aktiva lancar atau dengan menimbulkan suatu utang baru. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
  • Utang dagang, yaitu utang-utang yang timbul dari pembelian barang-barang dagangan atau jasa.
  • Utang wesel, yaitu utang-utang yang memakai bukti-bukti tertulis berupa kesanggupan untuk membayar pada tanggal tertentu.
  • Taksiran utang pajak, yaitu jumlah pajak penghasilan yang diperkirakan untuk laba periode yang bersangkutan.
  • Utang biaya, yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi beban tetapi belum dibayar. Misalnya utang gaji, utang bunga dan lain-lain.
  • Utang-utang lain yang akan dibayar pada waktu 12 bulan. Dalam kelompok ini hanya dimasukkan utang-utang yang pelunasannya akan menggunakan sumber-sumber dari aktiva lancar. Utang-utang yang tidak dilunasi dari aktiva lancar tidak termasuk dalam kelompok ini. Misalnya utang obligasi yang sudah jatuh tempo dan akan dibayar dari dana pelunasan obligasi, maka utang obligasi ini tidak termasuk utang lancar, begitu juga utang-utang lancar yang akan dilunasi dari dana-dana khusus yang sudah disediakan.

Jumat, 27 Maret 2015

Aktiva Atau Harta Lain-lain

Aktiva Atau Harta Lain-lain adalah untuk melaporkan aktiva-aktiva yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok-kelompok lain seperti misalnya titipan kepada penjual untuk menjamin kontrak, bangunan dalam pengerjaan, piutang-piutang jangka panjang, uang muka pada pejabat perusahaan, dan lain-lain.

Aktiva Atau Harta Lain-lain Selain kelompok-kelompok di atas, pada tanggal penyusunan neraca mungkin ada hak-hak yang belum pasti (contingent assets). Aktiva semacam ini akan dilaporkan dalam neraca dengan catatan kaki (footnotes). Contoh dari aktiva yang belum pasti ini misalnya klaim terhadap perusahaan asuransi, klaim atas pajak, dan klaim terhadap penjual barang.

Rabu, 25 Maret 2015

Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Di dalam aktiva tetap tidak berwujud akan dilaporkan hak-hak jangka panjang yang sifatnya tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan seperti goodwill, hak paten, merek dagang, hak cipta, dan lain-lain.

Aktiva Tetap Tidak Berwujud Dalam kelompok ini termasuk juga saldo debit dari pengeluaran-pengeluaran yang belum diakui sebagai biaya, tetapi pembebanannya ditunda, seperti biaya pendirian perusahaan (organization costs).

Senin, 23 Maret 2015

Aktiva Tetap Berwujud

Judul yang dipakai untuk melaporkan kelompok aktiva tetap berwujud itu bermacam-macam, tergantung pada jenis perusahaannya. Yang sering dipakai adalah judul pabrik dan alat-alat atau sering juga dengan judul aktiva tetap.

Aktiva Tetap Berwujud D i dalam judul ini termasuk aktiva-aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode seperti tanah, gedung-gedung, mesin dan alat-alat, perabot, kendaraan, dan lain-lain. Cara mencantumkan di dalam neraca dimulai dari yang paling tetap (paling panjang umurnya), disusul dengan yang lebih pendek umurnya. Untuk aktiva tetap yang didepresiasi, maka di neraca harus ditunjukkan harga perolehan dan akumulasi depresiasinya.

Jumat, 20 Maret 2015

Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan aktiva tidak lancar yang di dalamnya termasuk beberapa macam investasi yang bisa berbentuk surat berharga, penyisihan dana, dan investasi jangka panjang yang lain. Elemen-elemen yang termasuk dalam kelompok investasi jangka panjang adalah :

Investasi Jangka Panjang
  1. Investasi jangka panjang dalam surat-surat berharga seperti saham, obligasi dan wesel jangka panjang. Investasi dalam bentuk surat berharga ini biasanya ditujukan untuk memperoleh pendapatan yang tetap, mengawasi perusahaan lain atau menjaga kontinuitas suplai bahan baku, dan lain-lain.
  2. Investasi dalam anak perusahaan, termasuk uang muka jangka panjang.
  3. Investasi dalam bentuk aktiva tetap berwujud (seperti tanah, mesin-mesin) tetapi belum digunakan untuk usaha sekarang.
  4. Penyisihan dana untuk tujuan jangka panjang seperti dana pelunasan obligasi, dana ekspansi, dana pembelian saham sendiri, dana pembayaran pensiun, dana penggantian gedung, dan lain-lain.
  5. Cash surrender value dari polis asuransi jiwa.

Senin, 02 Februari 2015

Aktiva Lancar

Yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber-sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus usaha perusahaan yang normal atau dalam waktu satu tahun, mana yang lebih lama.

Aktiva Lancar Di dalam neraca, aktiva lancar akan disusun dalam urut-urutan likuiditas, dalam arti yang paling likuid dicantumkan paling atas disusul dengan pos-pos yang kurang likuid dibandingkan dengan pos di atasnya.

Elemen-elemen yang termasuk dalam golongan aktiva lancar adalah:
  • Kas yang tersedia untuk usaha sekarang dan elemen-elemen yang dapat disamakan dengan kas, misalnya cek, money order, pos wesel, dan lain-lain.
  • Surat-surat berharga yang merupakan investasi jangka pendek.
  • Piutang dagang dan piutang wesel.
  • Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak-pihak lain, jika akan diterima dalam jangka waktu satu tahun.
  • Piutang angsuran dan piutang wesel angsuran, jika merupakan hal yang umum dalam perdagangan dan akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun.
  • Persediaan barang dagangan, bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi, bahan-bahan pembantu dan bahan-bahan serta suku cadang yang dipakai dalam pemeliharaan alat-alat / mesin-mesin.
  • Biaya-biaya yang dibayar di muka seperti asuransi, bunga, sewa, pajak-pajak, bahan pembantu dan lain-lain. Ditinjau dari batasan bahwa aktiva lancar itu adalah kas atau aktiva lain yang diharapkan dapat segera diubah menjadi uang, maka sesungguhnya biaya-biaya yang dibayar di muka tidak dapat memenuhi kriteria sebagai aktiva lancar, karena biaya dibayar di muka tidak akan kembali menjadi uang. Tetapi jika tidak dibayar di muka maka biaya-biaya tadi akan dibayar dengan menggunakan sumber aktiva lancar, oleh karena itu maka biaya dibayar di muka dimasukkan dalam kelompok aktiva lancar.

OPPO R5 Keren Habis

Produk bermerek OPPO yang diimpor oleh PT. INDONESIA OPPO ELECTRONICS memang sudah sangat terkenal dipasaran handphone di seluruh Indonesia. Menurut informasi dari kabar burung, OPPO akan mengeluarkan produk baru dengan tipe R5. Handphone dengan tipe tersebut berpenampilan sangat tipis dan mewah, konon OPPO R5 siap bersaing dengan iPhone 6 dipasaran, wau,,,luar biasa.

Handphone ini merupakan edisi terbatas yang bertajuk"R5 Gilded Edition" dan dikabarkan akan memasuki pasar handphone di negara kita, keren nich. Akan tetapi, sampai postingan ini yang berjudul OPPO R5 Keren Habis saya luncurkan, produk OPPO dengan tipe R5 saya cek diwebsite negara yang khusus memberikan ijin sertifikasi perangkat telekomunikasi belum ada, nah loh,,, Mungkin baru rencana PT. INDONESIA OPPO ELECTRONICS untuk mengeluarkan R5.

Yup's kalau dilihat dari fotonya, OPPO R5 Gilded Edition akan menampilkan bentuk yang ergonomis dan dibalut dengan kerangka baju yang sangat tipis dan kuat. Yang pasti R5 dilengkapi dengan teknologi paten OPPO yaitu VOOC flash charge.

Untuk urusan warna, OPPO R5 Gilded Edition menawarkan warna emas yang sangat khas, warna tersebut sedikit beda dan unit karena lebih cerah jika dilihat secara keseluruhan. Yang pasti warna emasnya tidak sama dengan handphone warna emas yang sudah ada dipasaran. Konon warna emas yang dikeluarkan OPPO R5 ini diperlukan proses pengolahan yang lebih rumit dari pada warna silver pada merek OPPO yang sudah beredar dipasaran. Maksud dari OPPO mengeluarkan warna emas yaitu untuk menyaingi warna emasnya iPhone 6 yang sudah beredar dipasaran.

Iya memang benar kalau OPPO R5 Gilded Edition baru rencana saja menurut produk manager OPPO untuk seri R5, jadi anggapan admin Blog Hari™ untuk kalimat diatas sudah benar.

Menurut Produk Manager OPPO, mereka segera memutuskan untuk membuat OPPO R5 warna silver dan menjualnya terlebih dahulu dipasaran. Setelah produk OPPO R5 sukses dipasaran, mereka akan meluncurkan OPPO R5 warna emas yang sudah saya tulis diatas.

Handphone OPPO R5 yang akan hadir tergolong lumayan canggih, handphone tersebut menggunakan prosesor 8-core terbaru dari Qualcomm. Tidak hanya itu, handphone tersebut juga menggunakan Collor OS terbaru versi 2.0 yang banyak fiturnya. Untuk soal layar, smartphone tersebut menggunakan layar 5,2 inchi Super Amoled dan kamera 13 Megapixel CMOS Sensor. Sedangkan untuk pengisian daya baterainya sudah tidak diragukan lagi, pengisiannya pasti sangat cepat dengan khas OPPO yaitu VOOC Rapid Charge.

Sedikit bocoran dari admin Blog Hari™, walaupun OPPO R5 Limeted Edition baru rencana, tapi handphone tersebut akan muncul dipasaran smartphone pada hari valentine tahun ini, sebentar lagi dong,,? Ya,,, Menurut saya hadirnya R5 Gilded Edition merupakan hadiah yang ideal untuk seseorang yang spesial dan menambah suasana yang romantis dan mengasyikan pada liburan valentine tahun 2015, anda tertarik membelikan pasangan anda handphone OPPO R5 yang cukup keren dan canggih?

Jumat, 30 Januari 2015

AKTIVA

FASB dalam Concept Nomor 3 - Elements of Financial Statements of Business Enterprises menyatakan bahwa aktiva adalah manfaat ekonomis di masa yang akan datang yang diharapkan akan diterima oleh suatu badan usaha sebagai hasil dari transaksi-transaksi di masa lalu. Suatu aktiva mempunyai tiga sifat pokok:

AKTIVA (a) mempunyai kemungkinan manfaat di masa datang yang berbentuk kemampuan (baik sendiri atau kombinasi dengan aktiva lainnya) untuk menyumbang pada aliran kas masuk di masa datang baik langsung maupun secara tidak langsung,

(b) suatu badan usaha tertentu dapat memperoleh manfaatnya dan mengawasi manfaat tersebut,

(c) transaksi-transaksi yang menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut sudah terjadi. Pada umumnya aktiva juga mempunyai sifat-sifat lain seperti diperoleh dengan jumlah sebesar harga perolehan, berwujud, dapat ditukar dengan aktiva lain atau mempunyai kekuatan hukum. Sifat-sifat lain ini tidak mutlak, karena tanpa sifat-sifat ini, suatu elemen dapat berupa aktiva. Misalnya, aktiva dapat diperoleh tanpa cost, dapat juga tidak berwujud dan lain-lain.

Penggolongan Aktiva, Utang dan Modal

Seperti telah kita ketahui aktiva dan utang dikelompokkan dalam kelompok lancar dan tidak lancar. Pengelompokan seperti ini hanyalah merupakan kelompok besar yang akan dirinci lebih lanjut. Susunan aktiva dan pasiva dalam neraca adalah sebagai berikut:

Penggolongan Aktiva, Utang dan Modal Harta-harta / Aktiva:
  • Aktiva lancar
  • Investasi jangka panjang
  • Aktiva tetap berwujud
  • Aktiva tetap tidak berwujud
  • Aktiva / harta lainnya
Utang-utang dan Modal Sendiri :

Utang-utang :
  • Utang-utang lancar
  • Pendapatan yang diterima di muka
  • Utang-utang jangka panjang
  • Utang-utang lain
Modal sendiri:
  • Modal saham yang disetor
  • Agio / disagio saham
  • Cadangan-cadangan
  • Laba tidak dibagi
Masing-masing golongan di atas akan diuraikan dalam artikel-artikel selanjutnya.

NERACA

Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva, atau dengan kata lain, aktiva adalah investasi di dalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber-sumber yang digunakan untuk investasi tersebut.

NERACA Oleh karena itu, dapat dilihat dalam neraca bahwa jumlah aktiva akan sama dengan jumlah pasiva, di mana pasiva itu terdiri dari dua golongan kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik perusahaan yang disebut modal. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan nampak bahwa:

AKTIVA = UTANG + MODAL

Dalam pengertian aktiva, selain barang-barang dan hak-hak yang dimiliki, di dalamnya termasuk juga biaya-biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan, tetapi akan dibebankan pada periode-periode yang akan datang. Oleh karena itu, di dalam judul aktiva akan termasuk juga pos-pos kas, tagihan-tagihan, surat-surat berharga (merupakan sumber uang) dan pengeluaran-pengeluaran yang akan memberi manfaat di masa yang akan datang, sehingga pembebanannya juga ditunda seperti aktiva tetap, hak paten dan persekot-persekot biaya.

Utang merupakan milik kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan jumlah-jumlah ini merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. Cara pelunasan utang ini bermacam-macam, bisa dengan uang ataupun dibayar dengan barang dan jasa.

Modal menunjukkan jumlah milik para pemilik yang ditanamkan dalam perusahaan. Jumlah ini timbul dalam setoran para pemilik dan perubahan-perubahan nilai aktiva yang terjadi karena hasil usaha perusahaan. Modal ini bukan merupakan jumlah yang harus dilunasi, tetapi dalam hal likuidasi, para pemilik baru menerima pelunasan sesudah para kreditur dilunasi.

Elemen-elemen dalam neraca biasanya dikelompokkan dalam suatu cara yang tujuannya adalah untuk memudahkan analisa. Biasanya aktiva dan utang akan dikelompokkan dalam kelompok lancar (jangka pendek) dan tidak lancar (tetap). Pengelompokan seperti ini akan memungkinkan dihitungnya modal kerja perusahaan yaitu selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar.

Pencatatan dengan Perkiraan

Suatu transaksi dicatat ke dalam perkiraan dengan menerapkan aturan debet dan kredit. Untuk itu setiap transaksi perlu diteliti terlebih dahulu sebelum dicatat. Urut-urutan untuk meneliti (menganalisa) setiap transaksi adalah sebagai berikut:

Pencatatan dengan Perkiraan
  1. Tentukan pengaruh transaksi terhadap penambahan atau pengurangan aktiva, hutang, modal, pendapatan, atau biaya.
  2. Tentukan perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut. Pergunakan bagan perkiraan untuk menentukan perkiraan-perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi.
  3. Tentukan apakah sebagai akibat adanya transaksi tadi perkiraan tersebut harus didebet atau dikredit. Pergunakan aturan debet dan kredit untuk hal ini. Tentukan jumlah yang harus didebet dan dikredit.
  4. Jumlah debet dan kredit dicatat dalam perkiraan yang bersangkutan.
Penting diperhatikan bahwa untuk setiap transaksi paling tidak ada dua perkiraan yang akan dipengaruhi dan juga setiap transaksi akan mempengaruhi jumlah debit dan jumlah kredit yang sama.

Pembukuan Berpasangan

Sistem pencatatan transaksi-transaksi keuangan dalam suatu perusahaan disebut pembukuan atau memegang buku. Pemakaian rekening (perkiraan) dimaksudkan untuk dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dan perubahan-perubahan serta sebab-sebab yang mengakibatkan perubahan pada kondisi keuangan perusahaan. Untuk mencapai tujuan ini, sistem yang dianggap paling memuaskan adalah sistem pembukuan berpasangan.

Pembukuan Berpasangan Di dalam sistem pembukuan berpasangan setiap transaksi keuangan yang terjadi selalu dicatat dengan cara sedemikian rupa sehingga jelas pengaruhnya terhadap aktiva, hutang, modal, pendapatan, dan biaya. Prinsip utama sistem ini adalah bahwa setiap transaksi selalu dicatat dengan mendebet dan mengkredit dua buah rekening atau lebih dengan jumlah yang sama.

Dengan demikian setiap transaksi paling sedikit akan berpengaruh terhadap dua buah rekening, yaitu satu rekening didebet dan satu rekening dikredit. Apabila perusahaan menggunakan sistem pembukuan berpasangan, maka transaksi tidak mungkin dicatat hanya dengan mendebet atau mengkredit saja. Demikian artikel Seputar Akuntansi tentang pembukuan berpasangan. Semoga bermanfaat.

6 Februari 2015 iPhone 6 Dan iPhone 6 Plus Resmi Di Jual Oleh Trikomsel

Ya ini dia yang kita tunggu-tunggu, sebagai pecinta iPhone harus tahu iniformasi ini, kenapa? karena pada tanggal 6 februari 2015 iPhone 6 dan iPhone 6 Plus resmi di jual oleh Trikomsel. Siapa Trikomsel itu? PT. Trikomsel merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh Apple sebagai salah satu distributor resmi dinegara kita.

PT. Trikomsel menjual iPhone 6 dan iPhone 6 plus melalui gerai ritel resminya yaitu: OkeShop, Global Teleshop dan Global Apple Premium Reseller. gerai ritel tersebut cukup banyak diberbagai kota, khususnya di Indonesia. Kita tahu bahwa iPhone 6 merupakan ponsel terbaru yang mempunyai dua versi, yaitu iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Yang menjadi perbedaan antara iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yaitu pada ukuran layar display. Ukuran iphone 6 berlayar 4,7 inchi sedangkan iPhone 6 Plus berlayar 5,5 inchi. Kalau dari segi bahan, kedua iPhone tersebut menggunakan bahan karbon yang lebih bagus dan terlihat mengkilap, keren, mewah pada tampilannya.

Selain iPhone 6 dan iPhone 6 Plus apa ada iPhone terbaru lainnya? Tentu saja ada, yaitu iPhone 6s yang sudah pernah saya phublikasikan di Blog Hari™ yang sederhana ini. Kalau penasaran ingin melihat tampilan dan teknologi yang digunakan oleh iPhone 6s, silahkan menuju kepostingan saya sebelumnya.

iPhone 6 dan iPhone 6 Plus dijual dengan tiga model dan tiga warna, yaitu model dengan mengambil memori internal 16 GB, 64 GB dan 128 GB. Sedangkan untuk pilihan warnanya, anda bisa memilih sesuai keinginan, warna pilihan dari iPhone tersebut diantaranya ada warna silver, gold dan spce grey. Untuk keunggulan dari teknologi iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yaitu display resulution yang lebih tinggi dan prosesor yang lebih cepat jika dibandingkan dengan model iPhone sebelumnya.

Untuk fitur yang ada pada iPhone 6 dan iPhone 6 Plus sudah tidak diragukan lagi, pasti banyak dan menarik untuk kita jelajahi. iPhone tersebut mempunyai kamera belakang yang cukup bagus, yaitu 8 megapixel. Kemampuan mengambil gambar dengan cahaya rendan dan dapat menghasilkan gambar yang lebih bagus dan maksimal. iPhone 6 Plus juga dilengkapi dengan fitur optival image stabilization untuk hasil foto yang lebih tajam dan memuaskan.

Dalam sejarah iPhone, untuk pertama kalinya iPhone diperkenalkan pada tahun 2007 oleh Apple, iPhone sukses membuat gebrakan perubahan dalam dunia teknologi dengan konsep layar sentuhnya yang hingga sekarang ini masih dapat dikatakan yang paling bagus dan juga tampilan antar muka yang sangat keren. Oleh karena itu, iPhone menjadi idola dalam dunia gadget dan juga menjadi gaya hidup dalam masyarakat global saat ini. khususnya bagi golongan menengah keatas. Kalau untuk golongan menengah kebawah, menurut pengamatan admin Blog Hari™, masyarakat lebih banyak menggunakan handphone dengan merek Evercoss, itu menurut pengamatan saya lho.

Pada tanggal 6 Februari 2015, PT. Trikomsel mengadakan promo juga, apa promonya? Yang pasti, Trikomsel pada tanggal tersebut akan memudahkan para pecinta iPhone di seluruh Indonesia untuk memiliki iPhone idaman mereka. Trikomsel bekerja sama dengan beberapa bank yang cukup ternama untuk memberikan cashback sampai dengan Rp. 500.000 dan dengan fasilitas cicilan bunga 0 persen sampai tanggal 12 bulan, wau,,,ini kesempatan buat kita kalau kita ingin kredit iPhone!!!

Dimana kita bisa mendapatkan promo tersebut? Promo tersebut ada di gerai-gerai seperti OkeShop, Global Teleshop dan Global Apple Premium Reseler. Ingat,,,Promo tersebut hanya mulai tanggal 6 Februari 2015 dan galeri Trikomsel tersebut ada dikota-kota anda pastinya.

Ada promo lainnya yang lebih menarik? Pasti ada, Trikomsel dalam gebrakannya memang tidak tanggung-tanggung, Tirkomsel menyediakan dua buah voucher potongan haraga iPhone 6 dan iPhone 6 Plus senilai Rp 5 juta untuk dua pemenang kontes #AnythingforiPhone 6 yang diselenggarakan melalui akun sosial media Facebook, Twitter dan Instagram:@okeshop, @globaltelshop dan @globalAPR, caranya hanya dengan mengirimkan foto atau video tentang bagaimana semangatnya para pecinta gadget menunggu rilisnya iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di Indonesia, anda tertarik? Silahkan langsung saja mencobanya, siapa tahu sedang beruntung.

Kamis, 29 Januari 2015

Saldo Normal

Jumlah penambahan yang dicatat dalam suatu perkiraan biasanya sama atau lebih besar dari jumlah pengurangannya. Oleh karena itu, saldo normal suatu perkiraan adalah positif. Misalnya, jumlah debet (pertambahan) pada perkiraan aktiva biasanya lebih besar dari pada jumlah kredit (pengurangan) nya. Oleh karena itu perkiraan aktiva biasanya mempunyai saldo debet. Tentu saja ada kemungkinan di mana jumlah debet dan jumlah kredit adalah sama. Dan dalam keadaan ini perkiraan tersebut dikatakan "seimbang".

Saldo Normal Bila sebuah perkiraan yang biasanya mempunyai saldo debet, ternyata bersaldo kredit, atau sebaliknya, maka hal ini merupakan petunjuk adanya suatu kesalahan, atau keadaan-keadaan yang luar biasa. Misalnya, saldo kredit yang terdapat pada perkiraan peralatan kantor hanya mungkin disebabkan oleh kesalahan pencatatan. Sebaliknya, saldo debit pada perkiraan hutang dagang bisa berasal dari kelebihan pembayaran.

Aturan debet-kredit dan saldo normal untuk macam-macam perkiraan dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

Jenis Perkiraan Pertambahan Pengurangan Saldo normal

AktivaDebetKreditDebet
HutangKreditDebetKredit
ModalKreditDebetKredit
PriveDebetKreditDebet
PendapatanKreditDebetKredit
BiayaDebetKreditDebet

Perlu diperhatikan bahwa semua transaksi hanya dicatat sehubungan dengan pengaruh debet-kreditnya terhadap perkiraan tertentu. Jadi, jika suatu aktiva (katakanlah kas) bertambah maka perkiraan yang bersangkutan di debet. Sebaliknya bila kas berkurang, perkiraannya di kredit.

Aturan Debet dan kredit

Dalam artikel ini akan dijelaskan aturan pendebetan dan pengkreditan perkiraan-perkiraan (rekening) riil dan perkiraan-perkiraan nominal.

Aturan Debet dan Kredit Perkiraan Riil

Pada perkiraan aktiva sisi sebelah kiri perkiraan digunakan untuk mencatat pertambahan dan sisi kanan digunakan untuk mencatat pengurangan. Sedangkan pada perkiraan hutang dan modal adalah berlawanan dengan perkiraan aktiva, sisi kanan untuk mencatat pertambahan dan sisi kiri untuk mencatat pengurangan.

Aturan Debet dan kredit Untuk semua jenis perkiraan, baik perkiraan-perkiraan aktiva, kewajiban, hutang, maupun modal, sisi kiri disebut sisi debet dan sisi kanan disebut sisi kredit. Dengan demikian, sisi debet bisa menunjukkan pertambahan dan bisa juga pengurangan, tergantung pada jenis perkiraannya. Begitu pula sisi kredit bisa menunjukkan penambahan atau pengurangan. Aturan pendebetan dan pengkreditan untuk perkiraan-perkiraan riil dinyatakan sebagai berikut:


DEBET:
  1. Pertambahan (+) untuk perkiraan aktiva.
  2. Pengurangan (-) untuk perkiraan hutang.
  3. Pengurangan (-) untuk perkiraan modal.
KREDIT:
  1. Pengurangan (-) untuk perkiraan aktiva.
  2. Pertambahan (+) untuk perkiraan hutang.
  3. Pertambahan (+) untuk perkiraan modal.
Aturan Debet dan Kredit Perkiraan Nominal

Aturan pendebetan dan pengkreditan untuk perkiraan-perkiraan pendapatan dan biaya, didasarkan pada hubungan antara perkiraan-perkiraan tersebut terhadap modal. Laba bersih atau rugi bersih dalam suatu periode seperti yang nampak dalam laporan rugi laba, merupakan pertambahan bersih atau pengurangan bersih atas modal.

Agar pengumpulan data untuk menyusun laporan rugi-laba dapat dilakukan dengan mudah maka dalam buku besar harus dibuat perkiraan-perkiraan untuk mencatat pendapatan dan biaya. Perkiraan pendapatan menambah modal sedangkan biaya mengurangi modal. Perkiraan modal bertambah pada sisi kredit sedangkan perkiraan modal berkurang pada sisi debet. Maka dalam hubungannya dengan perkiraan modal, aturan debet dan kredit perkiraan nominal (pendapatan dan biaya) adalah sebagai berikut:

DEBET:
  1. Pertambahan (+) untuk perkiraan biaya.
  2. Pengurangan (-) untuk perkiraan pendapatan.
KREDIT:
  1. Pengurangan (-) untuk perkiraan biaya.
  2. Pertambahan (+) untuk perkiraan pendapatan.
Pada akhir periode akuntansi, saldo perkiraan modal dan biaya dilaporkan dalam laporan rugi-laba. Saldo perkiraan nominal dalam buku besar kemudian dipindahkan ke perkiraan ringkasan pendapatan dan biaya yang disebut perkiraan Rugi-laba. Saldo perkiraan Rugi-laba yang menggambarkan laba atau rugi periode yang bersangkutan kemudian dipindahkan ke perkiraan modal. Saldo perkiraan-perkiraan aktiva, hutang dan modal dilaporkan dalam neraca, dan saldo perkiraan ini akan dibawa ke periode akuntansi berikutnya.

Jadi jelaslah bahwa saldo perkiraan pendapatan dan biaya akan berakhir pada perkiraan Rugi-laba yang selanjutnya akan dipindahkan ke perkiraan modal sehingga tidak ada saldo perkiraan nominal yang dibawa ke periode akuntansi berikutnya, sedangkan saldo-saldo perkiraan riil pada akhir periode akan dibawa ke periode akuntansi berikutnya sebagai saldo awal. Demikian artikel seputar akuntansi tentang aturan debet dan kredit perkiraan riil dan nominal.