Proses Penyesuaian

Apabila kita amati rekening-rekening yang tercantum dalam neraca saldo maka akan kita jumpai bahwa kebanyakan rekening dapat dikutip langsung dari neraca saldo ke dalam laporan keuangan tanpa memerlukan perubahan (penyesuaian). Namun beberapa rekening yang lain memerlukan penyesuaian terlebih dahulu. Tujuan dari proses penyesuaian adalah:

  1. Agar setiap rekening riil khususnya rekening-rekening aktiva dan rekening-rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
  2. Agar setiap rekening nominal (rekening-rekening pendapatan dan rekening-rekening biaya) menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.Proses Penyesuaian

Saldo-saldo di dalam neraca saldo biasanya memerlukan penyesuaian untuk mengakui hal-hal sebagai berikut:

  1. Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
  2. Utang biaya, yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
  3. Pendapatan diterima di muka, yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.
  4. Biaya dibayar di muka, yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.
  5. Kerugian piutang, yaitu kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak bisa ditagih.
  6. Depresiasi (penyusutan), yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
  7. Biaya pemakaian perlengkapan, yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.

Agar lebih jelas pemahaman tentang proses penyesuaian, pada artikel selanjutnya akan diterangkan satu per satu. Ditunggu ya…

Menyesuaikan Rekening-rekening

Pembuatan penyesuaian pada umumnya berkaitan dengan penentuan laba bersih perusahaan. Sebagaimana kita ketahui tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan laba, sehingga penentuan laba yang tepat merupakan salah satu fungsi akuntansi yang sangat penting. Sehubungan dengan hal itu, akuntansi mengenal prinsip penandingan (matching principle).

Menyesuaikan Rekening-rekening Prinsip penandingan merupakan pedoman bagi akuntan untuk:

  • Menyatakan semua biaya yang terjadi selama periode akuntansi.
  • Mengukur besarnya biaya.
  • Untuk mempertemukan biaya tersebut dengan pendapatan yang diperoleh pada periode yang sama. Mempertemukan biaya dengan pendapatan berarti mengurangkan biaya terhadap pendapatan untuk dapat mengetahui laba bersih atau rugi bersih perusahaan.

Pada setiap akhir periode akuntansi, perusahaan perlu membuat beberapa penyesuaian terhadap saldo rekening-rekening buku besar. Penyesuaian-penyesuaian ini timbul karena digunakannya dasar akrual (accrual basis) di dalam akuntansi dan juga diperlukan untuk dapat memisahkan rekening-rekening neraca dan rugi laba. Seperti telah diterangkan bahwa jika pembukuan perusahaan dilaksanakan atas dasar akrual maka pendapatan harus diakui bila pendapatan sudah menjadi hak perusahaan pada periode itu, demikian pula apabila suatu biaya sudah menjadi kewajiban perusahaan dalam suatu periode, maka biaya tersebut harus diakui pada periode yang bersangkutan.

Apabila selama periode berjalan pendapatan dan biaya-biaya belum dicatat seluruhnya, maka jelaslah bahwa data yang tercantum dalam neraca saldo belum menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itulah maka pada akhir periode akuntansi perlu dilakukan suatu proses penyesuaian atas data yang tercantum dalam neraca saldo sehingga saldo-saldo rekening yang ada dalam neraca saldo mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Efforts against the Crocodile’s Extinction

Handbags, shoes and belts are the excellent kinds of accessories. Those are the excellent kinds of accessories, either for men or ladies. The most excellent kinds of belts, handbags and shoes are the accessories that were made of the crocodile’s leather. In the animal world, crocodile has been considered as the excellent kind of animals that has the awesome skin. The skin would be excellent after it was being processed as leather.
Efforts against the Crocodile’s Extinction
It has the great pattern which would make the accessories looks extremely beautiful. That is why, the accessories that were made of the crocodile’s leather have been considered as the premium accessories. In the stores, those accessories were displayed with the extra high prices and somehow, people would be delighted to buy it. Unfortunately, this is the main cause of the crocodile extinction threat from the animal world.

The massive hunting to fulfill the demands of the accessories industries have set the crocodile into great dangers. To prevent it happened, the conservation efforts for the crocodile have been set in the entire world. The crocodiles that could be slaughtered to get the skin and the meat are limited. There are some strict and tight rules to maintain the crocodile in the animal world.

Jurnal Penyesuaian

Neraca saldo merupakan titik awal yang baik untuk penyusunan laporan keuangan. Banyak dari jumlah yang tercantum di dalam neraca saldo dapat langsung disajikan dalam neraca, perhitungan rugi laba, dan laporan perubahan modal. Misalnya saldo yang tercantum dalam rekening kas, rekening utang dagang, biasanya juga merupakan jumlah aktiva tersebut yang dimiliki perusahaan pada akhir suatu periode akuntansi. Namun tidak semua jumlah-jumlah dalam neraca saldo dapat langsung disajikan dalam laporan keuangan, karena tidak mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Salah satu penyebabnya adalah belum dibuatnya dokumen pada akhir periode, sehingga transaksi belum dicatat.

Jurnal Penyesuaian Dibuatnya jurnal penyesuaian (adjusting journal entries) terhadap rekening-rekening tertentu, pada hakekatnya adalah untuk mengoreksi rekening-rekening tersebut sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, biaya, pendapatan, dan modal yang sebenarnya. Ada dua macam keadaan di mana jurnal penyesuaian (adjustment) perlu dibuat, yaitu:

  1. Keadaan di mana suatu transaksi terjadi tetapi belum dicatat dalam rekening. Contohnya adalah Biaya gaji yang terjadi antara hari pembayaran terakhir sampai tanggal laporan keuangan. Biaya ini biasanya belum dicatat dalam rekening karena gaji biasanya dicatat pada waktu dibayar (dibuatkan dokumen sebagai bukti pencatatan). Walaupun demikian, gaji yang belum saatnya dibayar ini sudah merupakan biaya untuk periode laporan keuangan, sebab jasanya telah diberikan dalam periode itu. Keadaan ini menunjukkan adanya utang gaji dan biaya gaji yang belum dicatat. Pada saat akan dibuat laporan keuangan, rekening biaya gaji dan utang gaji perlu disesuaikan.
  2. Keadaan di mana suatu transaksi telah dicatat dalam suatu rekening tetapi saldonya perlu dikoreksi untuk mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Contohnya Perlengkapan yang telah dibeli dan dicatat dalam rekening aktiva. Pada akhir periode sebagian dari perlengkapan sudah dipakai dalam kegiatan perusahaan. Dalam keadaan demikian suatu ayat jurnal penyesuaian akan membuat saldo rekening aktiva mencerminkan keadaan sebenarnya.

Semua ayat jurnal penyesuaian mempengaruhi paling sedikit satu rekening laporan rugi laba dan satu rekening neraca. Dengan demikian, suatu ayat jurnal penyesuaian akan melibatkan rekening pendapatan dan beban, dan akun aktiva dan kewajiban. Setelah semua rekening yang perlu disesuaikan dibuat, maka rekening dalam neraca saldo akan mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Prinsip Mempertandingkan (Matching Principle)

Yang dimaksud dengan prinsip mempertandingkan adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda, maka pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan. Biaya adalah bagian dari harga pokok aktiva yang digunakan untuk memperoleh pendapatan.

Prinsip Mempertandingkan (Matching Principle) Prinsip mempertandingkan ini merupakan pedoman bagi akuntan untuk:

  • (1) menyatakan semua biaya yang terjadi selama periode akuntansi,
  • (2) mengukur besarnya biaya, dan
  • (3) untuk mempertemukan biaya tersebut dengan pendapatan, yaitu dengan mengurangkan biaya terhadap pendapatan untuk mengetahui laba bersih atau rugi bersih perusahaan setiap periode.

Pendapatan kadang-kadang dapat dihubungkan langsung dengan biaya-biaya tertentu yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Sebagai contohnya adalah apabila perusahaan membayar biaya komisi kepada para penjual, maka untuk setiap unit barang yang dijual akan terjadi biaya komisi penjualan. Bila tidak ada barang yang terjual, maka tidak akan terjadi pengeluaran biaya komisi.

Sejumlah biaya lain tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan pendapatan. Sebagai contohnya adalah biaya administrasi dan umum tidak dapat dihubungkan langsung dengan pendapatan perusahaan. Kesulitan ini diatasi dengan cara membebankan biaya-biaya tersebut ke periode akuntansinya. Biaya-biaya tersebut disebut period costs. Contoh lainnya adalah perusahaan membayar biaya sewa gedung setiap bulan, maka dengan tidak bergantung pada ada atau tidaknya pendapatan, biaya sewa gedung tetap harus dibayar.

Crocodile’s Conservation Program in the World

It is nice to know that God has given us many blessings. It’s our job to maintain it all and make sure that all of our grandchild could see the beautiful world. In order to make sure that it could be happened, the world’s leaders have already agreed to set some rules. One of the rules is the rule to protect the crocodile. It has been considered as the most protected animal in the animal world.
Crocodile’s Conservation Program in the World
As we all might have already understood, crocodile is a great animal. This reptile has been considered as the legacy of the ancient world. It has been considered as the living dinosaurs. However, the human being has set the problems for the crocodile. It has the respected place in the animal world, but then, it should deal with its natural predator, us.

Surely, the rules have been set to make sure that the human being couldn’t hunt the crocodile easily anymore. To gain the meat and the leather of the crocodile, the human being should set the farm. In many places in the world, there are many farms that have developed some programs to improve the crocodile’s populations in the world. This is an excellent way to develop the crocodile’s population.

Protection to Prevent Crocodile’s Extinction

Although it has been considered as one of the most dangerous animals, it doesn’t mean that crocodile don’t have the enemies. Crocodile doesn’t have the natural enemies in the animal world. In the animal kingdom, crocodile has filled the top position of the food chain. This is the natural predator of many animals. So, what caused the extinction of the crocodile if it doesn’t have the natural predator?
Protection to Prevent Crocodile’s Extinction
Sadly, we have to say that human being is the threat for the crocodile. Instead of protecting it as one of the most unique animals in the animal world, human being even did, and some are still doing some actions that put the crocodile under the threats. Massive hunting for the crocodile has been done illegally in many countries in the world. The crocodile’s skin has been considered as the awesome material for the ladies’ accessories.

In some other countries, the crocodile’s meat has been named as the excellent food that has many fans. That is why, to protect the crocodile from the human being actions, and to prevent its extinction from the animal world, many rules have been set. Those rules are important to make sure that any kinds of crocodile hunting actions could be sued and put behind bars.

Periode Akuntansi

Cara yang paling ideal untuk menilai keberhasilan operasi perusahaan adalah dengan cara menghentikan usaha perusahaan, menjual semua harta, melunasi semua utang, dan mengembalikan kas yang tersisa kepada para pemilik perusahaan atau yang disebut likuidasi. Namun para pengguna laporan keuangan tidak bisa menunggu sedemikian lama untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi suatu perusahaan perlu dibagi menjadi periode-periode akuntansi.

Periode Akuntansi Jangka waktu suatu periode akuntansi pada umumnya adalah satu tahun dan pada akhir periode akuntansi tersebut perusahaan membuat laporan keuangan tahunan. Periode akuntansi yang lazim adalah dimulai dari tangga 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Namun ada pula perusahaan yang menetapkan periode akuntansinya secara lain, sesuai dengan kebutuhan intern perusahaan, misalnya dimulai dari tanggal 1 April dan diakhiri pada tanggal 31 Maret tahun berikutnya.

Terdadang manajemen perusahaan ingin segera mengetahui perkembangan perusahaan yaitu dengan cara membuat laporan keuangan sebelum berakhirnya periode akuntansi, misalnya akhir kwartal. Laporan seperti ini disebut laporan keuangan interim. Penetapan periode akuntansi akan berpengaruh terhadap laba periodik perusahaan. Pengaruh tersebut akan terlihat dalam penerapan prinsip mempertandingkan.

Prinsip Pendapatan

Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Prinsip pendapatan mengatur tentang (1) kapan pendapatan dicatat dan (2) jumlah pendapatan yang dicatat. Pembahasan tentang prinsip pendapatan berikut ini akan ditekankan pada pembuatan jurnal, karena penjurnalan adalah merupakan tindakan yang pertama dalam kegiatan proses akuntansi.

Prinsip umum yang menjadi pedoman dalam menentukan kapan pencatatan pendapatan dilakukan, menetapkan bahwa pendapatan dicatat pada saat diperoleh, yaitu pada saat perusahaan menyerahkan barang atau jasa yang telah selesai dikerjakan kepada konsumen (si pemesan). Dua situasi berikut ini dapat menjadi pedoman untuk menentukan kapan suatu pendapatan akan dicatat adalah:

Prinsip Pendapatan Situasi 1. Tidak memerlukan pencatatan pendapatan. Seorang calon konsumen datang ke kantor Percetakan “ABADI” dan menyatakan keinginannya untuk memesan beberapa macam barang cetakan. Pesanan direncanaka baru akan disampaikan pada bulan yang akan datang. Kejadian ini tidak perlu dicatat sebagai pendapatan karena belum terjadi transaksi apapun.

Situasi 2. Harus dicatat sebagai pendapatan. Pada bulan berikutnya konsumen tersebut datang lagi dan memesan sejumlah barang cetakan. Pesanan dapat diselesaikan oleh percetakan “ABADI” dalam waktu satu minggu. Dengan diserahkannya pesanan yang disertai dengan faktur maka percetakan “ABADI” harus mencatat terjadinya pendapatan jasa percetakan. Apabila konsumen langsung melakukan pembayaran maka transaksi ini akan dicatat dengan mendebet rekening Kas, dan apabila pembayaran dilakukan kemudian maka yang didebet adalah rekening piutang dagang.

Prinsip umum mengenai pencatatan jumlah pendapatan menetapkan bahwa pendapatan dicatat sebesar nilai tunai barang atau jasa yang diserahkan kepada konsumen. Misalkan dari transaksi di atas harga normal pemesanan adalah Rp 600.000,00 tetapi karena percetakan “ABADI” mengharapkan konsumen tersebut bisa menjadi langganannya maka untuk konsumen tersebut diberikan harga khusus sebesar Rp 500.000,00. Maka jumlah yang harus dicatat sebagai pendapatan adalah sebesar Rp 500.000,00 karena nilai kas yang akan diterima adalah Rp 500.000,00 bukan Rp 600.000,00.

Dasar Akrual dan Dasar Tunai

Dalam akuntansi dikenal dua dasar pencatatan yaitu dasar akrual dan dasar tunai.

  1. Dasar akrual yaitu, akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi. Apabila terjadi transaksi pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran biaya, maka transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau biaya, tanpa memandang apakah kas sudah diterima atau dikeluarkan.
  2. Dasar tunai, dalam akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan apabila terjadi penerimaan atau pengeluaran kas.

Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki agar perusahaan menggunakan dasar akrual. Hal ini berarti bahwa pendapatan harus diakui pada saat pendapatan diperoleh, dan biaya diakui pada saat biaya tersebut terjadi-tanpa memandang apakah kas dari transaksi tersebut telah diterima atau dibayar.

Dasar Akrual dan Dasar Tunai Contoh dapat dilihat pada artikel “Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo” tepatnya transaksi pada tanggal 30 Januari: Tuan Abadi mengakui adanya pendapatan untuk penyerahan jasa yang dilakukan secara kredit. Tuan Abadi telah memperoleh pendapatan pada saat itu, karena usahanya telah mendatangkan suatu piutang dagang, yaitu suatu tagihan yang sah terhadap si pemesan. Seandainya Tuan-Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia tidak akan mencatat adanya pendapatan pada saat ia menyerahkan pesanan barang cetakan, tetapi tuan Abadi baru akan mengakui adanya pendapatan setelah ia menerima kas dari si pemesan.

Mengapa Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki pemakaian dasar akrual? Alasannya adalah karena penggunaan dasar akrual akan menghasilkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan penggunaan dasar tunai. Hal ini penting, karena semakin lengkap data yang disajikan, akan semakin baik informasi yang diterima pengambil keputusan dalam menilai kesehatan keuangan dan prospek perusahaan di masa yang akan datang.

Sebagai misal, dalam contoh Tuan Abadi telah menyelesaikan pesanan sebelum akhir periode akuntansi, tetapi kas dari si pemesan baru diterima setelah melewati akhir periode. Jika tuan Abadi menggunakan dasar tunai, maka dalam laporan keuangannya tidak akan nampak pendapatan maupun piutang sebagai akibat dari transaksi tersebut. Akibatnya laporan keuangan tidak memberikan gambaran yang sesungguhnya. Pendapatan dan aktiva piutang dagang akan dilaporkan terlalu rendah, sehingga perusahaan kelihatan kurang berhasil dibanding dengan keadaan yang sebenarnya. Seandainya tuan Abadi akan menggunakan laporan keuangan tersebut untuk meminta kredit ke Bank, maka situasi tersebut bisa merugikan dirinya.

Tuan Abadi juga menerapkan dasar akrual dalam pencatatan biaya. Sebagai contoh selain biaya gaji yang sudah dibayar termasuk pula gaji yang sudah terutang kepada para pegawai tetapi masih belum dibayar. Tuan Abadi mengakui kewajiban untuk membayar kepada para pegawainya sebagai biaya gaji, walaupun pada saat itu belum dilakukan pembayaran. Apabila tuan Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia hanya akan mencatat gaji pegawai yang sudah dibayarnya. Misalkan tuan Abadi belum membayar gaji salah seorang pegawainya, dan laporan keuangan disusun sebelum ia membayar gaji tersebut, maka biaya gaji dan utang gaji akan menjadi lebih rendah dari jumlah yang sesungguhnya, dan perusahaan akan kelihatan lebih berhasil dari keadaan yang sesungguhnya. Informasi yang tidak lengkap ini akan menghasilkan informasi yang tidak akurat bagi para pemakai laporan. Konsep yang digunakan dalam dasar akrual adalah periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip mempertandingkan (matching). Semoga artikel tentang Dasar Akrual dan Dasar Tunai ini mudah dipahami. Amiin…

Crocodile’s Protection in the World

In animal world, crocodile has been considered as the animal that filled the top position of the food pyramids. However, it’s one of the most hazardous carnivore animals in the world. Crocodile’s habitat is in the swamp, or in the lake and river. Each place has the different type of crocodile. However, even though it’s a dangerous kind of animal, it has been considered as the protected animal.
Crocodile’s Protection in the World
The beautiful skin of the crocodile has made it become one of the most hunted animals by human. Massive hunting actions to the crocodile in the animal world have been done by the human being to get the skin. It could be made as many kinds of accessories for ladies such as the bags, handbags, belts, and shoes. Certainly, that would give some bad impacts to the crocodiles’ population.

In order to prevent the crocodile from its extinction, the world via the United Nation has stated the crocodile as one of the world’s heritages that should be protected. Crocodile hunting in the world has been considered as the forbidden activities. To prevent the crocodile’s extinction, the crocodile’s restoration has been done in the world. This is one of the best ideas to prevent the crocodile from the extinction from the animal world.

More about Brown King Snake

The biggest species of snakes that has identified is the Brown King snake that has 76-135 cm in length. In animal world, this kind of snake is regarded secretive. Under a log, under rocks or in brush will this snake be curled-up customarily. In woodland the snake can be found dotting hillsides. Between June and July annually the females of brown king will nest. A female can give around 5 -20 eggs to be lied in an underground space. After roughly 7-12 weeks the eggs of brown king snakes will start hatching during August or September.
More about Brown King Snake
The young of brown king snakes usually are 20-30 cm in length. This snake also has other different names such as the Blotched Kingsnake, the Mole Snake or the Mole catcher. At night they can be spotted regularly crossing roads. When seen out in a field, due to their diverse names they have, brown king snakes are often confused with the common brown ones. However, if we look closer, we can see that the brown king Snakes actually have dissimilar color to the common brown snakes as they have orange brown blotches and in addition the later have actually smaller heads. These snakes are able to eat other snakes that are poisonous.

Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo

Sebagai gambaran untuk mempermudah pemahaman tentang menjurnal, posting ke buku besar sampai penyusunan neraca saldo, berikut ini mari kita mencoba mengerjakan contoh soal berikut:

  1. Pada tanggal 1 Januari 2010 tuan Abadi bosan jadi pegawai dan bermaksud memperbesar usaha sambilannya di rumah berupa usaha percetakan untuk dikelola sendiri secara sungguh-sungguh, untuk itu tuan Abadi mengalihkan harta kekayaan dari usaha lamanya pada perusahaan barunya yang diberi nama percetakan “ABADI” yaitu berupa uang tunai sebesar Rp 2.900.000,00 piutang Rp 650.000,00 perlengkapan Rp 1.250.000,00 dan mesin cetak seharga Rp 35.000.000,00 sebagai modal usahanya. Dan selama bulan Januari terjadi transaksi-transaksi sebagai berikut:
  2. Pada tanggal 2 Januari dibayar tunai sewa gedung sebesar Rp 600.000,00 untuk jangka waktu 3 bulan (dalam hal ini karena sewa untuk waktu 3 bulan yaitu Januari, Pebruari dan Maret maka untuk mencatat transaksi yang digunakan adalah rekening Sewa dibayar di muka).
  3. Tanggal 3 Januari dibeli mesin cetak baru secara kredit dari PT. Rizky Bekasi seharga Rp 18.000.000,00.
  4. Tanggal 4 Januari diterima pembayaran dari debitur sebesar Rp 500.000,00.
  5. Tanggal 6 Januari dibayar biaya iklan pada harian “Suara Jakarta” Rp 150.000,00.
  6. Tanggal 10 Januari dibayar utang kepada PT. Rizky Bekasi Rp 1.000.000,00.
  7. Tanggal 13 Januari dibayar gaji pegawai selama dua minggu Rp 500.000,00.
  8. Tanggal 16 Januari diterima uang dari hasil penyerahan pesanan barang cetakan sebesar Rp 9.000.000,oo.
  9. Tanggal 20 Januari dibeli perlengkapan untuk kebutuhan percetakan seharga Rp 3.500.000,00 secara tunai.
  10. Tanggal 27 Januari dibayar gaji pegawai selama 2 minggu Rp 500.000,00.
  11. Tanggal 30 Januari dibayar rekening telepon bulan Januari sebesar Rp 200.000,00.
  12. Tanggal 30 Januari diterima hasil penyerahan pesanan barang cetakan sebesar Rp 8.500.000,00.
  13. Tanggal 30 Januari diserahkan pesanan barang-barang cetakan seharga Rp 5.000.000,00.
  14. Tanggal 30 Januari dibayar rekening listrik bulan Januari Rp 100.000,00.
  15. Tanggal 30 Januari tuan Abadi mengambil uang dari perusahaan sebanyak Rp 100.000,00 untuk keperluan pribadi.

Susunlah transaksi-transaksi tersebut di atas ke dalam buku jurnal, kemudian posting di buku besar dan susunlah neraca saldo akhir bulan Januari 2010.

Penyelesaian:

1. Menjurnal:

Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca SaldoPraktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 1Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 2

2. Posting ke Buku Besar:

Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 3Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 4Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 5 Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 6

3. Neraca Saldo:

Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo 7Tanpa melihat hasil penyelesaiannya cobalah mengerjakan sendiri terlebih dahulu. Selamat mencoba Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo. Semoga berhasil…

The Evolution of Snakes

For millions of years, snakes have been in this world and probably they are the most adapted reptiles of this planet. It is too little to know how snakes have developed throughout the years. Fossil records of snakes are very limited due to their fragile skeletons. However, it is very probable that these animals descent from lizard ancestors and appeared in the time of dinosaurs. In the Saharan Desert one of the oldest skeleton of snakes were discovered. The fossil dates back about 130 million years ago.
The Evolution of Snakes
In animal world, it was presumable that the ancestors of snakes were aquatic at first. However, then the snakes benefit from fact that their eggs can be laid on the ground that makes them possible to survive on land. Over millions of year process, the snakes have become burrowers.

That is likely when they lost their external ears, their legs that make them adapted well for burrowing. A clear scale replaced their eyelids in order to protect them while digging. Many biologists believe that that process had happened while the snakes were still aquatic though there is still dispute about it. The snakes as we know today emerged to the surface millions of years later.

Snake Bites Occurrence around Us

Every day, people live, work and play in venomous snake territory throughout the world. In fact, in every continent unless the Antarctica venomous snakes are found and are behind the 2.5 million occurrences of envenoming snake bites that result in not fewer than 125,000 death every year. In animal world, most snakes’ bites in those cases are non lethal, which means the wound can be treated using antivenin and medical treatment.
Snake Bites Occurrence around Us
Protection from snake bite however is better aside from avoidance. For prevention against snake bites, protective clothing like gloves, snake boots, snake gaiters and chaps are a necessity. In some parts of the world where poverty is prevalent most snake bites and deaths are very common because there are limited of antivenins in supply.

Those countries with the highest occurrences of snake bites are those located in Sub-Saharan Africa, Southern Asia and most of all India. Every state in the United States besides Alaska, Hawaii and Maine are home of at least 20 venomous snakes. That means every day many Americans are in contact with venomous snakes especially those who live in North Carolina. The state has the highest snake bite occurrences where 19 of 100,000 people experience bites every year.